SIARAN PERS

Lima Anggota Terpilih BPK Periode 2019-2024 Ucapkan Sumpah Jabatan

17 Oktober 2019

Jakarta, Kamis (17 Oktober 2019) – Lima Anggota terpilih Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) periode jabatan 2019-2024 mengucapkan sumpah jabatan pada hari ini (17/10) di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta. Lima Anggota BPK tersebut adalah Achsanul Qosasi, Daniel Lumban Tobing, Harry Azhar Azis, Hendra Susanto, dan Pius Lustrilanang.

Pengambilan sumpah jabatan yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung, M. Hatta Ali dilakukan sesuai dengan Pasal 16 ayat (1) UU No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan yang menyatakan bahwa sebelum memangku jabatannya, Anggota BPK wajib mengucapkan sumpah atau janji menurut agamanya.

Kelima Anggota BPK tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR pada 26 September 2019 melalui Keputusan DPR RI No. 26/DPR RI/I/2019-2020 tentang Persetujuan DPR RI terhadap Anggota BPK RI periode 2019-2024. Sebelum ditetapkan, pada 25 September 2019, Komisi XI DPR melakukan pemilihan melalui voting terhadap 55 calon Anggota BPK dan kemudian memilih lima Anggota BPK.

Peresmian lima Anggota ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 101/P Tahun 2019 tentang Pemberhentian dengan Hormat dan Peresmian Keanggotaan BPK. Kelima Anggota BPK terpilih tersebut menggantikan Anggota BPK yang berakhir masa jabatannya, yaitu Moermahadi Soerja Djanegara (Ketua merangkap Anggota BPK), serta Anggota BPK Achsanul Qosasi, Rizal Djalil, Harry Azhar Azis, dan Anggota BPK yang meninggal dunia pada 7 Januari 2019 yaitu Eddy Mulyadi Soepardi. Achsanul Qosasi dan Harry Azhar Azis terpilih kembali dan memasuki periode jabatan ke-2 sebagai Anggota BPK.

Berikut adalah profil singkat Anggota BPK terpilih:

  • Achsanul Qosasi lahir di Sumenep pada 1966, memperoleh gelar Doktor ilmu Administrasi Bisnis dari Universitas Padjadjaran Bandung. Pada periode jabatan sebelumnya di BPK pernah menjadi Anggota VII BPK periode Oktober 2014 – April 2017 dan Anggota III BPK periode April 2017 – Oktober 2019.

  • Daniel Lumban Tobing lahir di Surabaya pada 1967, memiliki latar belakang pendidikan Electronic Engineering dari Kyoto University. Sebelum terpilih menjadi Anggota BPK, merupakan Anggota DPR periode 2009-2014 dan 2014-2019.

  • Harry Azhar Azis lahir di Tanjung Pinang pada 1956, memperoleh gelar Profesor spesialisasi Audit Keuangan Negara dari Universitas Airlangga Surabaya. Pada periode jabatan sebelumnya di BPK pernah menjadi Ketua BPK periode Oktober 2014 - April 2017 dan Anggota VI BPK periode April 2017 – Oktober 2019.

  • Hendra Susanto, lahir di Lahat pada 1972, kandidat Doktor pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Padjadjaran Bandung. Sebelum terpilih menjadi Anggota BPK, menjabat sebagai Kepala Auditorat Keuangan Negara I.B di BPK.

  • Pius Lustrilanang, lahir di Palembang pada 1968, memperoleh gelar Doktor ilmu Administrasi dari Universitas Brawijaya Malang. Sebelum terpilih menjadi Anggota BPK, merupakan Anggota DPR periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Setelah peresmian ini, maka keanggotaan BPK saat ini berjumlah 9 orang, bersama Agung Firman Sampurna, Agus Joko Pramono, Bahrullah Akbar, dan Isma Yatun. Pelaksanaan tugas dan wewenang kesembilan Anggota BPK ini akan ditentukan kemudian sesuai dengan Peraturan BPK Nomor 3 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pembagian Tugas dan Wewenang Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota BPK RI.

Biro Humas dan Kerja Sama Internasional

» Unduh Pdf