BERITA UTAMA

BPK Diajukan Sebagai Eksternal Auditor IMO

27 November 2019

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencalonkan diri untuk menjadi auditor eksternal International Maritime Organization (IMO) periode 2020-2023. Pencalonan tersebut diajukan dalam Sidang Majelis IMO ke-31 di London, Inggris, pada Selasa (26/11/2019).

Pencalonan BPK sebagai eksternal auditor IMO merupakan bentuk kontribusi BPK terhadap peningkatan transparansi dan akuntabilitas pada organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peran BPK sebagai eksternal auditor lembaga internasional juga dapat membantu pemenuhan kebutuhan capacity building BPK baik secara institusional, organisasional, dan individual.

Dengan cara ini diharapkan akan semakin banyak pemeriksa BPK yang memiliki pengalaman pemeriksaan di lingkup internasional. Selain itu, praktek pemeriksaan dan organisasi BPK akan semakin terjaga kualitasnya sesuai standar internasional dan best practices pemeriksaan internasional.

Dalam pencalonan BPK sebagai eksternal auditor IMO tersebut, BPK bekerjasama dan didukung oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menghadiri sidang majelis IMO tersebut menyebutkan bahwa BPK akan menerjunkan tim pemeriksa terbaik bersertifikasi untuk melakukan tugas eksternal audit yang berkualitas dan efisien. Selain itu, BPK juga berkomitmen untuk komunikatif dan transparan dalam proses audit.

Menjadi eksternal auditor bukanlah pengalaman baru untuk BPK. Saat ini BPK telah/masih menjadi eksternal auditor untuk Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) tahun 2016-2021 dan untuk Akademi Anti Korupsi Internasional (International Anti-Corruption Academy/IACA) tahun 2015-2016 dan 2018-2020.

Sebagai badan khusus PBB, Organisasi Maritim Internasional (IMO) adalah otoritas penetapan standar global untuk keselamatan, keamanan dan kinerja lingkungan pelayaran internasional. Peran utamanya adalah menciptakan kerangka kerja regulasi untuk industri perkapalan yang adil dan efektif, diadopsi secara universal, dan diimplementasikan secara universal.