BERITA UTAMA

Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan dan Penilaian Reformasi Birokrasi di BPK Tahun 2016

16 November 2016

Reformasi Birokrasi (RB) akan berjalan efektif dan berdampak positif, jika para pelaksana reformasi menyadari dan yakin bahwa dampak Reformasi Birokrasi di BPK tidak sekedar untuk menaikkan tunjangan kinerja atau sekedar kesejahteraan yang bersifat pribadi dan personal. Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Utama BPK, Mahendro Sumardjo dalam sambutannya pada acara sosialisasi “Pelaksanaan Kegiatan dan Penilaian Reformasi Birokrasi di BPK Tahun 2016” yang dilaksanakan di Auditorium BPK, pada Senin (14/11), di Jakarta.

Irtama BPK berharap, Reformasi Birokrasi di BPK berdampak pada BPK yang semakin lebih baik, berintegritas, dan mampu memberi contoh bagi instansi lain, berkarakter serta memiliki etos kerja yang unggul.

Sebagaimana diketahui, setelah 2012 hingga 2015 pelaksanaan RB hanya berfokus saat dilakukan reviu oleh Inspektorat Utama (Itama) dan penilaian oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Hal ini karena sebagian besar pelaksanaan program RB di BPK sudah hampir mencapai nilai yang cukup tinggi sehingga sulit untuk melakukan perbaikan terhadap area-area perubahan,” ungkap Irtama.

Tujuan akhir dari pelaksanaan RB, diantaranya adalah untuk mengubah mind set dan culture set. Mind set dan culture set ini harus bisa dilihat dan kita rasakan pada para pelaksana BPK. Irtama BPK, mengatakan, bahwa dari hasil evaluasi dan pemeriksaan Itama menunjukkan masih adanya budaya kerja pelaksana BPK yang masih perlu diperbaiki terkait dengan etos kerja, integritas, dan budaya kerja sekorsa.

Sosialisasi RB ini, selain untuk menyampaikan informasi kepada seluruh pimpinan satker terkait hasil capaian RB BPK dan road map BPK 2016 – 2020, juga menjadi ajang penguatan jiwa sekorsa agar dapat berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan RB di BPK dengan lebih baik. Hadir pada sosialisasi ini diantaranya, Kepala Direktorat Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pemeriksaan Keuangan Negara (Kaditama Revbang), Slamet Kurniawan, dan para pejabat eselon II BPK, serta Tim Satuan Tugas Pelaksana RB BPK.