BERITA UTAMA

Ketua BPK Tekankan Auditor untuk Bekerja Sesuai dengan Kode Etik dan Standar Pemeriksaan BPK

23 Maret 2018

Setiap penugasan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus selalu dilengkapi Pakta Integritas yang dapat membentengi perilaku dan sikap auditor untuk bekerja sesuai dengan norma kode etik dan standar pemeriksaan BPK. Hal itu disampaikan oleh Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara saat memberikan arahan kepada seluruh pegawai BPK di lingkungan BPK Perwakilan Provinsi Maluku Utara, Jumat (23/3), di Ternate.

“Penegakan Integritas yang diperkuat dengan sikap independensi, dan upaya profesionalisme yang continue harus tetap kita jaga,” ungkap Ketua BPK. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan kembali mekanisme Quality Control dan Quality Assurance pada setiap unit kerja pemeriksaan.

Selain itu, Ketua BPK juga menyampaikan bahwa tantangan BPK sebagai lembaga audit keuangan negara semakin berat, untuk itu BPK harus terus berupaya meningkatkan kapasitas organisasi dan profesi serta membangun strategi dan bersinergi dengan level yang ada dibawahnya.

Sementara itu, pada hari sebelumnya, Kamis (22/3/2018) Ketua BPK dianugerahi gelar adat “Ngofa Bangsa Hujura Madobili” dari Kesultanan Tidore di Kadaton Kesultanan Tidore, Maluku Utara. Gelar adat yang dianugerahkan kepada Ketua BPK berdasarkan Surat Keputusan Sultan Tidore nomor 03/KPTS/ST/III/2018 yang memiliki arti Anak Bangsa Pengawasan Keuangan, sebagai bentuk penghargaan sekaligus penghormatan tertinggi dari Kesultanan Tidore karena telah memberikan kontribusi yang baik kepada Bangsa Indonesia.

Penganugerahan gelar tersebut disaksikan oleh Walikota Tikep Ali Ibrahim, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Maluku Utara Sri Haryoso Suliyanto, Forkompimda, Ketua Tim Penggerak PKK dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan serta Bobato Adat Kesultanan Tidore.

Ketua BPK dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak kesultanan dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang telah menyambut baik seluruh rombongan sejak tiba di Tidore. Ia mengatakan bahwa gelar yang diembannya ini merupakan anugerah, amanah, juga tanggung jawab yang akan dijaga dengan baik.