BERITA UTAMA

BPK Optimis Dapat Mengomunikasikan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan dan Kinerja 2017 dengan IAEA

21 Februari 2018

Melanjutkan kiprah BPK Goes to Vienna – The Second Year Engagement pada bulan Oktober dan November tahun 2017, Tim Pemeriksaan Keuangan atas Laporan Keuangan International Atomic Energy Agency (IAEA) 2017 telah melakukan entry meeting untuk melaksanakan pemeriksaan terinci pada tanggal 19 Pebruari 2018 yang dipimpin oleh Cipto Nugroho dengan beranggotakan Thopan Aji Pratama, Endar Prabowo, Uthar Mukthadir, Tri Marhendra Rahardyan, Andi Maulana, dan Risa Prakosa Mulya. Pada tanggal yang sama, Tim Pemeriksaan Kinerja juga melakukan entry meeting untuk melaksanakan Preliminary Survey atas Kinerja IAEA tahun 2018 yang dipimpin oleh Fitriyah dengan beranggotakan Muhammad Wahyudi, Budi Setiawan, dan Bulkhaira. Bertindak selaku Penanggung Jawab Pemeriksaan adalah Tortama KN II, Bahtiar Arif, dengan Pengendali Teknis Nanik Rahayu dan I Gede Sudi Adnyana masing-masing untuk Pemeriksaan Keuangan dan Kinerja.

Tujuan Pemeriksaan Keuangan adalah untuk memberikan keyakinan memadai secara independen apakah Laporan Keuangan IAEA secara keseluruhan bebas dari salah saji material akibat kesalahan maupun kecurangan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi hal utama saat mengomunikasikannya dengan pihak berwenang atas tata kelola (Those Charged With GovernanceTCWG) dalam hal ini Board of Governors sebagai pihak yang bertanggung jawab mengawasi proses pelaporan keuangan yang dilaksanakan oleh manajemen terkait cakupan dan waktu pemeriksaan, temuan signifikan, dan hal penting lainnya pada Laporan Keuangan IAEA 2018.

Tim Pemeriksaan Kinerja juga telah menyepakati Kerangka Acuan Kerja Preliminary Survey dengan manajemen IAEA yang mencakup tema Pengelolaan Aktivitas Penunjang antara lain: SDM, Manajemen Asset, Konferensi & Publikasi, Pengadaan, dan Kerjasama Teknis. Tema teknis fungsionalnya meliputi Manajemen Berbasiskan Hasil yang terkait antara lain: Energi Nuklir, Pengembangan Kapasitas Pengetahuan Nuklir, Aplikasi Nuklir untuk Pangan dan Pertanian, serta hal pokok yang menyentuh peran IAEA dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Hasil tersebut diharapkan berupa audit scope untuk pemeriksaan kinerja tahun 2018 yang akan dikemukakan juga kepada TCWG.

Selain itu, Tim BPK juga akan berdiskusi dengan Satuan Pengawas Internal IAEA terkait pengendalian dan kepatuhan pada akun-akun dan transaksi yang cenderung memiliki risiko sedang ke tinggi. Demikian juga halnya dengan progres dan hasil satuan pengawas tersebut dalam hal pemeriksaan internal yang berkaitan dengan tema-tema pada Prelimiary Survey dimaksud.

Tim BPK kali ini terlihat berjumlah cukup besar dalam satu waktu kurun pemeriksaan karena mencakup juga Tim Pelaporan Long Form Audit Report 2017 dan Tim Laporan Keuangan Tiga Entitas terkait IAEA yang pada tahun sebelumnya melaksanakan pemeriksaan pada periode terpisah. Tim Pelaporan akan menggabungkan hasil pemeriksaan keuangan dan kinerja Badan Energi Atom Dunia tersebut untuk difinalisasi dan hasilnya akan diserahkan pada Programme and Budget Committee (PBC) Meeting di awal Mei 2018 mendatang.

Pihak manajemen IAEA menerima dengan baik kedatangan Tim BPK serta menyampaikan kesiapan mereka untuk diperiksa seperti kesepakatan yang sudah dikomunikasikan sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Hal ini diharapkan semakin memperkuat upaya BPK untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelaksanaan dan hasil pemeriksaan baik secara nasional maupun internasional untuk menjadi lebih baik.