DARI MEDIA

BPK dan Auditor Rusia Duduk Bareng Cari Peluang Kerja Sama

30 Juli 2015

MOSKOW - Indonesia dan Rusia menginginkan persahabatan yang lebih erat di berbagai bidang. Dalam rangka mengenal lebih jauh sistem pemeriksaan dan pengelolaan keuangan masing-masing negara, delegasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengunjungi mitranya di Rusia, yaitu Auditor Negara Federasi Rusia atau Account of Chamber of the Russian Federation (ACH). Delegasi BPK dipimpin Ketua BPK Harry Azhar Azis didampingi dua unsur pimpinan, 1 auditor utama dan 3 staf BPK.

Kunjungan di Moskow ditujukan untuk mempererat jalinan kerjasama kedua institusi melalui penyelenggaraan seminar bersama agar dapat lebih mengenal tugas pokok dan fungsi masing-masing dan mencari peluang kerja sama yang dapat dilakukan di masa mendatang. Dua agenda yang menjadi pembahasan dalam seminar adalah pemeriksaan pengelolaan keuangan negara di bidang minyak dan gas serta pemeriksaan keuangan di bidang hutang negara.

Selama dua hari seminar (27-28/7), sebagaimana keterangan tertulis dari KBRI Moskow, masing-masing pihak mempresentasikan hal-hal di bidang pengawasan atau pemeriksaan pengelolaan keuangan di bidang minyak dan gas serta hutang negara. Pihak Rusia di antaranya menyampaikan bagaimana kinerja sektor minyak dan gas bumi pada tahun 2010-2014 serta target di tahun 2015, pendapatan negara dari sektor migas dalam APBN, program negara yang disebut "Efisiensi energi dan pengembangan energi" serta perjanjian bagi hasil dan para pelaksana proyek. Sedangkan pihak Indonesia antara lain menjelaskan tentang peran dan tanggung jawab BPK serta sistem audit di dalam pengelolaan keuangan di sektor hulu dan hilir.

Dalam seminar di bidang utang negara, pihak Rusia menyampaikan presentasi mengenai susunan utang negara Federasi Rusia dan utang negara konstituen Federal Rusia, sasaran dan materi audit Pemerintah dari keadaan utang negara Federasi Rusia, bentuk dan jenis audit pemerintah, landasan hukum audit utang negara, standar audit pemerintah serta tahapan-tahapannya. Di pihak Indonesia dijelaskan tentang posisi hutang Indonesia, audit utang negara, pengelolaan utang terhadap keberlangsungan fiscal, lesson learn yang dipetik dari Working Group Financial Modernization and Regulatory Reform (WGFMRR), dan rencana audit hutang negara berikutnya.

Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak membahas sistem pemeriksaan yang dilakukan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pemeriksaan keuangan di sektor investasi asing, pengawasan keuangan di bidang bagi hasil investasi, jenis-jenis permeriksaan dan jangka waktu pemeriksaan dalam setahun.

Seminar bersama BPK dan ACH telah dimanfaatkan kedua pihak untuk saling tukar informasi dan pengalaman. Kedua pihak memandang banyak persamaan tupoksi keduanya terutama tujuan akhir dari pengawasan atau pemeriksaan pengelolaan uang negara yang ditujukan bagi kemakmuran masyarakat.

Rakyat Merdeka Online