BERITA UTAMA

BPK Berharap Adanya Penguatan Internal Auditor dalam Perbankan

10 November 2017

Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Prof. Eddy Mulyadi Soepardi menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB) di Hotel Bumi Surabaya City Resort di Surabaya yang diselenggarakan dari tanggal 9 – 10 November 2017. Hadir dalam konferensi ini para auditor intern dari bank nasional baik dari bank BUMN/BUMD maupun bank swasta nasional. Konferensi nasional ini mengambil tema “Internal Audit Challenge, Navigating in Disruptive Enviroment”.

Dalam pemaparannya pada hari kedua konferensi tersebut, Anggota VII BPK mengatakan bahwa pencegahan fraud tidak cukup dengan pembenahan teknogi informasi yang baik, tetapi juga harus ada pembenahan moral manajemen dan para pemegang saham. Strategi internal audit untuk menghindari terjadinya penyimpangan dalam manajemen perbankan adalah dengan para internal auditor harus memahami dan memperkuat COSO element, walaupun ini bukan satu-satunya sistem.

“Apapun sistemnya apabila moralnya tidak selalu diingatkan dan dibawa ke governancy yang baik maka saya yakin tidak ada jaminan fraud tidak terjadi” tegas Anggota VII BPK.

BPK tidak harus juga memeriksa BUMN tetapi dapat dengan mereview Kantor Akuntan Publik yang memeriksa BUMN. “Saya Tidak pernah membaca buku tidak ada jaminan perusahaan yang sering diperiksa itu menjadi hebat” kata Anggota VII BPK. Manajemen yang harus berubah bukan karena intensitas auditnya, tetapi pola pikir manajemennya yang harus bisa mencerna keinginan pemegang saham melalui visi dan misinya. Masalahnya di Indonesia, banyak BUMN yang menjalankan visi dan misi yang dibuat, dengan rencana kerja yang dibuat padahal fraudnya dimulai dari rencana agar tidak terlihat.

Internal auditor seharusnya menjadi yang pertama dapat mengungkap kasus-kasus yang bertentangan dengan visi dan misi perusahaan, tetapi kita juga harus yakin bahwa misi dan misi yang dibuat tidak ada unsur fraud. Peningkatan keahlian auditor internal dalam teknologi informasi dan fraud sangat penting.